Koleksi Film

Rabu, 01 April 2009

Rano Karno & Meriam Bellina dalam "Taksi"



Judul Film : Taksi
Sutradara : Arifin C Noer
Musik : Embie C Noer
Produksi : Ravimans Film
Tahun produksi : 1990
Pemain : Rano Karno, Meriam Bellina, Nany Wijaya, Hengki Solaiman, Remy Silado, Firda Razak, Sri Wigati
Film Taksi (taxi) yang membawa Rano Karno meraih piala Citra yang sangat prestisius bagi insan perfilman kala itu. Taksi adalah film garapan Arifin C Noer yang didasarkan dari Novel dengan judul Taksi yang pernah dimuat di harian Kompas tahun 1988. Film ini juga telah di translasikan ke bahasa Inggris.
Adalah Giyon seorang sarjana filsafat yang sebenarnya merupakan keluarga ningrat yang dititipkan orangtuanya di rumah Buliknya(Sri Wigati) di Jakarta. Alih-alih ingin menjadi Pejabat, akhirnya Giyon (Rano Karno ) hanya menjadi sopir taksi. Sehingga iapun menyuruh Lastri (Firda Razak) tunangannya di kampung untuk melupakan dirinya.
Alih-alih mendapatkan uang dari narik taksi, Giyon mendapatkan seorang penumpang perempuan, Desi (Meriam Bellina) dengan seorang anaknya yang minta diantarkan ke Jalan Sudirman. Akan tetapi berubah arah, karena memang tidak mempunyai tujuan pasti karena memang perempuan tersebut tidak mempunyai tujuan setelah di usir dari kontrakannya akibat menunggak pembayaran. Dengan alas an mau ada meeting, Perempuan tersebut menitipkan anaknya ke Giyon, akan tetapi tunggu punya tunggu tidak keluar. Hingga akhirnya Giyon membawa jalan-jalan anak tersebut sambil narik penumpang. Sudah menjadi nasibnya, Dion akhirnya harus bertanggungjawab dan membawa anak tersebut ke rumah kontrakannya hingga anak tersebut di asuh oleh tetangganya.
Gara-gara di potret wartawan ketika menemumakan anak, Giyon menjadi popular karena masuk Koran, dan anak tersebut di beri julukan bayi ajaib hingga banyak orang yang ingin memandikannya karena dianggap ajaib. Taksi, demikian Giyon biasa menyebut nama anak tersebut. Taksi selalu mengikuti kemana Giyon nari k taksi. Hingga pada suatu malem Desi, ibunya mencari ke kontrakan Giyon. Dan Ibu dari anak tersebut menceritakan bahwa Taksi lahir di Amerika buat dari percintaan dengan Raymond. Taksi dan Ibunya akhirnya ditampung dirumah Giyon karena memang tidak memiliki tempat tinggal . Sehingga menjadi pergunjingan warga setempat.
Taksi yang sebenarnya bernama Ita dititipkan oleh Desi dengan Giyon, karena Desi tengah test vocal untuk menjadi penyanyi. Hingga akhirnya sang produser menerima Desi menjadi penyanyi dan menjadikan Desi seorang penyanyi terkenal. Keseharian Desi yang menumpang di rumah Giyon akhirnya membuat gerah warga sekitar hingga akhirnya Desi disuruh pergi. Dengan berbagai upaya Giyon meyakinkan warga sekitar bahwa Desi adalah perempuan baik-baik akan tetapi tidak berhasil, hingga akhirnya Desi pergi.
Album Desi ternyata meledak, warga sekitar tempat Giyon tinggal pun seolah mimpi ketika Desi masuk TV dan menyaksikannya. Ternyata kepopuleran Desi membuat gelap mata dan tidak mengakui siapa Ita dan Supir Taksinya. Desi mengatakan pada wartawan kalau Ita adalah anak yang dipungut dari Taksi dan sama sekali tidak mengenal supir taksinya. Bahkan Desi mengatakan kalau ia telah memberikan sejumlah uang kepada sopir taksi tersebut. Hal ini tentu membuat Giyon kecewa.
Desi sebenarnya adalah anak orang kaya dari Bandung. Ketika Ibunya Desi (Nanny Wijaya) datang, ia senang karena Desi telah menjadi artis dan mendukung keputusan Desi yang hanya mengakui Ita adalah anak angkatnya. Walaupun ini bertentangan dengan keinginan Desi, akan tetapi Desi seorang penyanyi terkenal dan masuk wilayah kehidupan glamor harus menjalani kehidupan dua sisi. Antara suka dan tidak. Desi merasa kehidupan artis bukanlah jalan baginya. Ia pun bimbang. Sang produser sering mencari Desi karena Desi susah dihubungi.
Suatu ketika Giyon yang punya nama lengkap Sug iyono datang ke rumah Desi. Dengan basa basi Desi menceritakan keadaan Ita. Bahkan Desi pun mengajak Giyon untuk makan mie bersama seperti apa yang pernah di lakukan waktu di kontrakan Giyon. Tapi Giyon mengalihkan pembicaraan. Ia prihatin dengan Ita anak Desi yang seolah di telantarkan. Dibalik keceriaannya Desi merasa sakit sekali karena ia hidup dalam kebohongan, ia harus bohong ketika ditanya tentang anak dan tidak mengakuinya. Tapi ibunya (Nanny wijaya) justru sangat mendorong akan kehidupannya.
Sementara itu Bulik Giyon mencarinya dan mengabarkan kalau lastri dating ke Jakarta mencari Giyon setelah mengetahui dari berita di Koran kalau Giyon terlibat perdagangan anak (Ita). Giyon marah besar kepada Desi, akan tetapi Desi akhirnya berhasil meyakinkan Giyon bahwa itu adalah perbuatan produsernya. Pernyataan yang di lontarkan oleh produser Desi bahwa memang ia belum punya anak. Desi merasa pahit dengan kehidupan seperti itu. Jadi penyanyi bukanlah cita-citanya, akan tetapi cita-cita Ibunya. Kedekatan Giyon dengan Ita anak Desi membuat ibu Desi marah. Ia memang menganggap posisi sopir adalah posisi yang derajatnya lebih tinggi, hingga akhirnya Desi pun bertengkar dengan ibunya. Desi menyesalkan kedatangan Ibunya yang sejak dari dulu tidak berubah.
Dilema yang dialami Desi menyebabkannya ingin mengakhiri hidupnya. Tapi sebelumnya Sopir Desi dan anaknya Ita mencari Giyon dan menyerahkan surat serta menyuruh Giyon untuk membawa mobilnya. Dari surat tersebut Giyon tahu apa yang akan terjadi, akhirnya Giyon langsung meluncur ke rumah Desi. Desi ingin mengakhiri hidupnya dengan makan obat over dosis, akan tetapi diselamatkan GIyon yang segera sampai kerumah Desi. Desipun pingsan. Ketika bangun, ia dikejutkan oleh suara gedoran pembantunya yang member tahu kalau ita dibawa lari oleh ayahnya Ita, Raymond, yang telah menghamili Desi. Bersama Giyon, Desi mencari Raymond yang memang orang stress. Ia disambut ibu Raymond, dan memang Ita tdak diapa-apakan. Raymond beralasan membawa ita, karena Desi telah menelantarkan Ita dari berita Koran yang dibacanya. Malamnya Desi menginap di rumah Raymond bersama Ita dan Giyon. Paginya diketahui Desi telah pergi entah kemana.

Tidak ada komentar: