Koleksi Film

Selasa, 05 Juli 2011

MEMBUKA ' CATATAN HARIAN SI BOY '


Mas Boy! …Itulah gaya Emon kalau memanggil Boy dengan centilnya. Lucu dan menggemaskan. Bagi penikmat dan pecinta film Indonesia pasti masih ingat dengan Film Catatan Si Boy yang sangat popular di akhir tahun 80an dan awal 90an. Siapa sih yang tidak kenal Boy atau Emon dengan gaya kebanci-banciannya? Siapa Boy? Mari kita review sebentar siapa Boy sebenarnya.

Boy dalam film versi jadul diperankan oleh (Onky Alexander) adalah seorang pemuda yang berpacaran dengan Nuke (Ayu Azhari) namun tidak di setujui oleh orang tua Nuke hingga akhirnya Nukepun di kirim ke London. Lepas dari Nuke, Boy berkenalan dengan Vera (meriam Bellina) yang kemudian menjadi pacarnya. Hubungan Boy dan Vera mengalami pasang naik dan pasang surut hingga pada Film Catatan Si Boy 4, Boy dan Vera sepakat untuk mengakhiri hubungannya, Vera dengan pekerjaannya sebagai fotomodel sedangkan Boy selain sekolah di Amerika juga menjalankan bisnisnya disana.  Peran pacar Boy di catatan Si Boy akhirnya digantikan oleh Cindy (Paramitha Rusady) dari film Catatan Si Boy 4 dan 5.

Catatan si Boy yang merupakan garapan sutradara Nasri Cheppy ini tidak lepas dari nama Emon sebagai tokoh yang ikut mewarnai film ini, karena  tidak ada Boy kalau gak ada Emon, dan sebaliknya. Artinya Brand Emon sebagai laki-laki yang bergaya kebanci-bancian sulit untuk di hilangkan dari sosok Boy. Sebagai contoh, ketika Emon tidak muncul di film Catatan Si boy 4 dan digantikan dengan tokoh lain Wan Abud, film ini seperti kehilangan nyawanya.  Namun di film ke 5nya, sosok Emon yang lucu kembali mewarnai film ini.

Berbicara film Catatan si Boy sekarang-sekarang ini tentu tidak lepas dari film yang kini tengah beredar di bioskop-bioskop tanah air. Apalagi kalau bukan film ‘Catatan harian si Boy’.  Ada apa di balik catatan harian si Boy?  Film arahan sutradara debutan Putrama Tuta ini dibintangi oleh Ario Bimo, Carissa Putri, Poppy Sofia, Abimana Setya, Albert Halim, Tara Basro, Paul Foster, Onky Alexander, Didi Petet, Btari karlinda,  dan Roy marten juga ikut ambil bagian di film ini.

Membaca judulnya, pasti ingatan kita akan kembali ke beberapa tahun silam dengan film-film Catatan Si Boy . Dengan Boynya atau Emonnya. Bahkan beberapa orang menganggap ‘Catatan harian Si boy’ adalah sequel dari film terdahulunya.  Bagaimana sih Boy sekarang, apakah Emon masih lucu? Itu bayangan dan pikiran yang ada di benak penonton yang pernah menonton film Catatan si boy sebelumnya. Penasaran? Pastinya….

Setelah penulis menontonnya, kesan pertama adalah luar biasa. Putrama Tuta berani keluar dari Pakem film yang pernah ada. Tidak terpaku lagi dengan tokoh-tokoh Boy, Emon atau Vera, namun memberikan suasana baru, nuansa baru yang di sesuaikan dengan jamannya. Catatan Harian Si Boy bukanlah Catatan Si Boy yang mengadalkan nama besar Boy. Kali ini tokoh sentralnya adalah Satrio (Ario Bimo) dan Natasha atau Tasha (Carissa Putri).

Catatan harian si boy merupakan film tentang pencarian Catatan Harian milik Boy yang di pegang oleh Nuke, Ibu Natasha meski ketika ia sakit. Untuk itulah Tasha bertekad untuk menemukan pemiliknya. Dengan dibantu oleh Satria yang dikenalnya di kantor polisi, mereka pun berburu mencari keberadaan Boy. Namun perjalanan mereka tentu saja tidak mulus, karena orang-orang yang mereka hubungi seperti Emon yang kini sudah sukses sebagai motivator, dan Ina adik Boy yang kini jadi guru Yoga tidak tahu keberadaan Boy sekarang.  Rintangan juga berasal dari pacar Tasha yang ikut membuat keruh suasana.  Belum lagi kecemburuan dari sahabatnya sekaligus bos Satrio. Berhasilkah Satrio membantu Tasha menemukan Boy?  Jangan lupa menonton dan temukan jawabannya disana.

Secara keseluruhan Film Catatan Harian Si Boy sangat bagus untuk ditonton. Klimaksnya dapet banget.  Ada kecemburuan, ada persahabatan, ada ketawa ada tegangnya. Film ini berhasil di ramu dengan pengambilan gambar yang bagus dan tidak pasaran alias ekslusif.  Untuk adegan malam di jalanan sangat hidup, dan tidak asal. Meski film ini sedikit terganggu dengan acting tokoh Heri yang mencoba menyamai kecentilan Emon, namun justru garing jadinya. Tapi secara keseluruhan, dua jempol penulis berikan untuk film ini. Harapannya semoga Tuta kedepannya tetap membuat film-film bermutu.



Tidak ada komentar: