Selasa, 26 Juli 2011

NAKALNYA ANAK-ANAK



JUDUL FILM                        : NAKALNYA ANAK-ANAK
SUTRADARA                       : SUSILO SWD
PRODUSER                          : HARTONO HENDRA, JERRY JERMIA SOFYAN
SKENARIO                           : IMAM TANTOWI
MUSIK                                  : A RIYANTO
PRODUKSI                           :  PT.  AKURAMA FILM
TAHUN PRODUKSI           : 1980
JENIS                                     : FILM ANAK-ANAK
 PEMAIN                              : RYAN HIDAYAT, IRA MAYA, DINA MARIANA, RIA IRAWAN, ZAINAL ABIDIN, KIKY RIZKI AMALIA, GINA ADRIANA SASTRANEGARA, TINO SIDIN

SINOPSIS :

Pak Surya (Zainal Abidin) adalah seorang duda yang memiliki lima orang anak yang nakal-nakal. Dina (Dina Mariana) anak paling tua dalam keluarga tersebut, duduk di bangku kelas 1 SMP, sedangkan adiknya Ira (Ira Maya Sopha) duduk di bangku kelas 6 SD. Ira masih memiliki 3 adik lagi yakni Ria (Ria Irawan), Dodo (Ryan Hidayat) dan Kiki (Kiki Rizki Amalia). Akibat kurang perhatian dari orang tuanya yang terlalu sibuk, kelima anak tersebut justru dipercayakan pada Tino (Tino Sidin) pembantu setia keluarga tersebut. Akibat kenakalan anak-anaknya, kerap kali mereka akan mendapatkan pukulan batang rotan di pantatnya.  Pak Surya sering sekali mendapatkan keluhan atau complain dari tetangganya akibat ulah anak-anaknya tersebut.
Akhirnya untuk ikut membantu mengawasi anak-anaknya, Pak Surya mencari seorang guru. Utari (Gina Adriana Sastranegara) adalah orang yang terpilih untuk menjadi gurunya. Kedatangan Utari di keluarga Surya mendapat sambutan yang luar biasa oleh kenakalan anak-anak. Begitu ia datang, Utari sudah menghadapi kenakalan anak-anak yang mengerjainya sebelum ayah mereka pulang. Utari diterima dengan baik oleh Pak Surya namun tidak demikian oleh anak-anak. Mereka merencanakan untuk membuat Utari hanya betah selama dua hari saja dirumah tersebut setelah sebelumnya ada 9 guru yang tidak berhasil meredam mereka dan menyerah. 

Ujian pertama Utari adalah menghadapi kenakalan anak-anak. Hari pertama Utari bekerja dimulai dengan olahraga pagi setelah sebelumnya dengan susah payah membangunkan anak-anak. Namun anak-anak yang tidak terbiasa bangun bagi menjadi malas berolahraga dan mulailah Ira dan lainnya membuat rencana. Mereka akan menurut jika Utari mampu mematahkan batubata yang mereka bawa. Anak-anak begitu yakin, Utari tidak akan mampu mematahkannya. Namun sayang, Utari mampu mematahkan tumpukan batu bata, sehingga mereka mau gak mau harus sportif untuk mengikuti perintah Utari.  Selepas Olah raga, ada saja ulah anak-anak untuk membuat Utari tidak betah. Didalangi oleh Ira, Dodo memasukan tikus putih ketika Utari mau mandi. Sontak Utari menjerit ketakutan. Tidak berhenti hingga disitu, esok harinya Anak-anak kembali membuat ulah dengan memasang perangkap agar Utari terjatuh ketika duduk di kursi waktu makan pagi.
Alih-alih Utari yang terkena perangkap anak-anak, justru ayah merekalah yang kena. Pak Surya terjatuh dan marah. Ia bersiap memukul kelima pantat anak-anaknya. Baru saja memukul pantat Dina dengan rotan, Utari melarang cara mendidik Pak Surya. Pak surya tersinggung atas ucapan Utari dan tidak mau melanjutkan makan. Namun Utari tidak hilang akal, ia mengirimkan makanan ke kamar Pak Surya.
Lambat laun perhatian dan kasih sayang Utari pada anak-anak membuat mereka sayang pada Utari, karena Utari seringkali membela anak-anak. Puncaknya Pak Surya marah dan memberhentikan Utari bekerja karena dianggap bersalah atas perlakuan anak-anak pak Surya pada anak ‘pacar Pak Surya ketika mereka datang kerumah. 

Utari kembali ke desa dan tidak mau menerima sepeser uangpun. Selepas kepergian Utari, anak-anak begitu kesepian dan serasa tidak hidup dalam rumah tersebut, terutama Kiky. Bahkan Kiki akhirnya jatuh sakit. Pak Surya berusaha menemui Utari untuk membujuknya kembali lagi, namun Utari sudah terlanjur tersinggung dan tidak mau kembali kerumah Pak Surya.  

Melihat keadaan Kiki membuat Dina, Ira, Ria dan Dodo berusaha mencari alamat Utari yang diberikan oleh Pak Tino. Mereka berhasil menemui Utari yang sudah bekerja di sekolah CIkole. Pada awalnya Utari menolak untuk kembali atas desakan anak-anak. Namun setelah di pertimbangkan akhirnya Utari mau menuruti kehendak anak-anak dan mau dibawa kembali kerumah Pak Surya. Akhirnya keluarga Surya kembali ceria .
****

Tidak ada komentar: